|
|
Baseline Transaksi
Memisahkan pola transaksi sah dari anomali mencurigakan secara presisi
|
|
|
Risk Scoring
Penilaian tingkat risiko otomatis berbasis machine learning untuk setiap transaksi
|
|
|
Rapid Mitigation
Akselerasi deteksi dan penanganan transaksi berisiko tinggi secara near-real-time
|
|
Gambaran Umum Klien
Perusahaan Switching dan Infrastruktur Pembayaran mengemban mandat penting dalam menjaga kelancaran, keamanan, serta kepercayaan ekosistem transaksi finansial dalam volume besar dan kecepatan tinggi. Dengan mengintegrasikan sistem AI fraud analytics dan model machine learning terpadu, perusahaan ini mengoptimalkan penyaringan aktivitas mencurigakan secara real-time, mendeteksi anomali pola fraud secara proaktif, serta mempercepat proses investigasi tanpa menghambat kelancaran pemrosesan transaksi yang sah.
|
|
Sebelum implementasi fraud analytics, identifikasi transaksi mencurigakan banyak bergantung pada pemeriksaan manual. Pendekatan tersebut menghadapi beberapa keterbatasan:
• Proses identifikasi dan konfirmasi membutuhkan waktu lama.
• Pola fraud tersebar pada berbagai atribut dan rangkaian transaksi.
• Investigator kesulitan menentukan kasus yang harus diperiksa terlebih dahulu.
• Penanganan yang terlambat dapat memperbesar potensi kerugian.
• Sistem deteksi baru harus dapat terhubung dengan infrastruktur big data transaksional yang telah dimiliki klien.
Klien membutuhkan kemampuan untuk menyaring transaksi mencurigakan secara cepat tanpa menghambat pemrosesan transaksi yang sah.

Solusi dikembangkan dan diintegrasikan dengan ekosistem big data transaksional milik klien.
Proses yang dilakukan meliputi:
Kazee bekerja bersama tim fraud dan tim teknologi klien untuk memahami alur transaksi, mekanisme pemeriksaan, jenis fraud yang pernah terjadi, serta indikator yang selama ini digunakan dalam proses investigasi.
Data historis transaksi dipersiapkan untuk kebutuhan pengembangan model. Proses ini mencakup validasi kualitas data, standardisasi atribut, penanganan data yang tidak lengkap, serta pemisahan transaksi yang telah terkonfirmasi fraud dan non-fraud.
Pengolahan dilakukan dengan memperhatikan keamanan, kerahasiaan, dan tata kelola data transaksi.
Kazee mengembangkan fitur yang merepresentasikan karakteristik dan perilaku transaksi, seperti:
• Waktu serta pola berulang transaksi.
• Perubahan perilaku dibandingkan riwayat sebelumnya.
• Keterkaitan antartransaksi.
• Kecepatan transaksi dalam periode tertentu.
• Karakteristik kanal, perangkat, lokasi, atau atribut lain yang tersedia.
• Kemiripan dengan pola fraud yang telah terkonfirmasi.
Beberapa model dikembangkan untuk mempelajari pola yang berbeda dari data fraud historis. Pendekatan multi-model memungkinkan sistem mengevaluasi transaksi melalui beberapa perspektif risiko dan tidak hanya bergantung pada satu indikator.
Model dilatih, diuji, dan disesuaikan menggunakan data klien agar hasil deteksi relevan dengan karakteristik transaksi pada lingkungan operasionalnya.
Setiap transaksi yang diproses dievaluasi oleh model dan diberikan indikasi tingkat risiko. Transaksi dengan karakteristik mencurigakan ditandai untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Hasil analisis membantu tim fraud memusatkan perhatian pada transaksi berisiko lebih tinggi, bukan memeriksa seluruh transaksi secara manual.
Fraud analytics diintegrasikan dengan sistem big data transaksional yang telah dimiliki klien. Integrasi ini memungkinkan data transaksi yang sedang berjalan dianalisis tanpa membangun ulang keseluruhan infrastruktur eksisting.
Pipeline analitik dirancang agar transaksi mencurigakan dapat diidentifikasi secara near-real-time. Informasi mengenai transaksi dan faktor risikonya diteruskan kepada sistem atau tim terkait untuk proses verifikasi.
Hasil investigasi digunakan sebagai feedback untuk mengevaluasi performa model. Pola fraud baru dan hasil konfirmasi investigator dapat digunakan untuk memperbarui model agar kemampuan deteksi tetap relevan terhadap perubahan modus.

Solusi tersebut membantu klien:
• Menandai transaksi yang memiliki kemiripan dengan pola fraud terdahulu.
• Mempercepat waktu dari terjadinya transaksi hingga munculnya indikasi risiko.
• Memprioritaskan investigasi berdasarkan tingkat risiko transaksi.
• Mengurangi beban pemeriksaan manual terhadap transaksi berisiko rendah.
• Memberikan informasi pendukung bagi investigator untuk melakukan konfirmasi.
• Mengintegrasikan kemampuan machine learning dengan sistem big data transaksional yang telah berjalan.
• Memanfaatkan hasil investigasi sebagai feedback untuk meningkatkan model.
• Membangun fondasi deteksi fraud yang dapat dikembangkan mengikuti perubahan pola dan modus.
Dengan pendekatan ini, tim fraud dapat bekerja lebih cepat dan terarah, sementara keputusan akhir mengenai status fraud tetap dilakukan melalui proses verifikasi sesuai kebijakan dan kewenangan klien.

• Transaction Risk Scoring
• Machine Learning Model Development
• Near-Real-Time Transaction Monitoring
• Suspicious Transaction Detection
• Behavioral and Pattern Analytics
• Big Data Integration
• AI Model Deployment
• Model Monitoring and Retraining
• Investigation Prioritization
Relevan untuk fraud management, transaction monitoring, risk management, payment operations, IT, data science, information security, compliance, internal audit, dan pimpinan yang bertanggung jawab atas teknologi serta risiko transaksi.

Rekomendasi aksional:
Lakukan analisis mendalam terhadap riwayat data transaksi dan pola fraud historis, lalu integrasikan model analitik langsung ke dalam ekosistem big data perusahaan untuk pemantauan yang mulus.
Terapkan serangkaian model machine learning untuk mengenali karakteristik transaksi mencurigakan secara otomatis dan memisahkannya dari arus transaksi sah secara real-time.
Manfaatkan sistem penarikan peringatan dini dan penilaian tingkat risiko (risk scoring) untuk membantu investigator menentukan kasus prioritas yang harus segera diperiksa guna mencegah eskalasi kerugian.
Lakukan pemantauan performa model secara berkala serta evaluasi pola ancaman baru untuk memastikan sistem deteksi tetap adaptif terhadap modus operandi fraud yang terus berkembang.
