|
|
Lintas Platform
Pemantauan pemberitaan media daring dan percakapan sosial media secara real-time.
|
|
|
Analisis Sentimen AI
Pemetaan persepsi publik, klasifikasi isu strategis, dan identifikasi aktor kunci.
|
|
|
Mitigasi Risiko
Sinyal deteksi dini (early warning) potensi krisis reputasi sebelum tereskalasi.
|
|
Gambaran Umum Klien
Lembaga Pemerintah dan Korporasi di sektor strategis menghadapi tingkat eksposur publik yang tinggi beserta dinamika percakapan yang terus berkembang di ruang digital. Dengan mengintegrasikan sistem media intelligence berbasis AI, organisasi ini dapat mengoptimalkan pemantauan sentimen publik secara real-time, mengidentifikasi potensi risiko reputasi lebih dini, serta merumuskan strategi komunikasi berbasis data untuk mengelola isu dan memperkuat narasi positif di masyarakat.
|
|
Banyaknya data tidak selalu menghasilkan pemahaman yang dapat digunakan untuk mengambil keputusan. Tim komunikasi perlu mengetahui bukan hanya berapa kali organisasi diberitakan, tetapi juga:
• Bagaimana sentimen dan framing berkembang dari waktu ke waktu.
• Media, platform, akun, dan aktor mana yang paling berpengaruh.
• Program komunikasi mana yang menghasilkan jangkauan dan interaksi terbaik.
• Risiko reputasi apa yang mulai berkembang.
• Narasi apa yang perlu dipertahankan, dikoreksi, atau diperkuat.
Tanpa sistem intelligence yang terintegrasi, organisasi berisiko terlambat merespons isu, menggunakan pesan yang tidak sesuai dengan situasi, atau mengalokasikan sumber daya komunikasi pada kanal yang kurang efektif.

Proses yang dilakukan meliputi:
Kazee memantau pemberitaan media daring dan percakapan pada platform media sosial yang relevan. Data dikumpulkan berdasarkan nama organisasi, program, isu strategis, tokoh, kompetitor, serta kata kunci yang telah disesuaikan dengan kebutuhan klien.
AI membantu mengklasifikasikan data berdasarkan isu, sentimen, kanal, media, aktor, kampanye, dan tingkat relevansinya. Sistem juga mengidentifikasi anomali, lonjakan percakapan, serta perubahan pola amplifikasi yang berpotensi memengaruhi reputasi organisasi.
Kazee mengukur volume eksposur, potensi jangkauan, engagement, views, komposisi sentimen, kualitas media, dan kontribusi setiap platform. Analisis owned, earned, dan shared media digunakan untuk mengetahui bagaimana pesan organisasi berkembang dan diperkuat di ruang publik.
Media, jurnalis, tokoh publik, akun amplifier, komunitas, serta pemangku kepentingan dipetakan berdasarkan tingkat aktivitas dan pengaruhnya. Analisis ini membantu organisasi menentukan prioritas engagement dan memilih juru bicara maupun kanal komunikasi yang tepat.
Setiap isu dinilai berdasarkan intensitas, sentimen, kecepatan penyebaran, pengaruh aktor, dan potensi eskalasinya. Pada saat yang sama, Kazee mengidentifikasi narasi positif yang dapat dikembangkan menjadi aset reputasi.
Hasil analisis disajikan dalam dashboard, executive brief, laporan berkala, dan rekomendasi tindakan. Rekomendasi dapat mencakup penguatan narasi, pemilihan momentum komunikasi, optimalisasi kanal, aktivasi juru bicara, media engagement, dan penyiapan respons terhadap isu sensitif.
Hasil pemrosesan AI ditinjau oleh analis untuk memastikan konteks, relevansi, dan implikasi strategisnya. Perpaduan teknologi dan human intelligence menjaga analisis tetap cepat tanpa mengabaikan konteks organisasi.

Analisis tersebut memberikan visibilitas terhadap:
• Lebih dari 1 juta interaksi dan 12,9 juta views lintas platform.
• Kontribusi media nasional dan media berkualitas tinggi terhadap pembentukan awareness.
• Platform yang paling efektif untuk menjangkau massa dan kanal dengan kualitas engagement terbaik.
• Perubahan sentimen positif dari 71,2% menjadi 83,3% pada periode pengukuran berikutnya.
• Penurunan sentimen negatif dari 25,7% menjadi 14,2% pada periode yang sama.
• Momentum harian yang memicu lonjakan percakapan serta aktor yang memperkuat penyebarannya.
Kazee tidak hanya menunjukkan perubahan angka, tetapi menjelaskan faktor yang mendorong perubahan tersebut dan tindakan yang perlu dilakukan.
Intelligence yang dihasilkan membantu klien:
• Mengoptimalkan pilihan kanal, format konten, dan momentum publikasi.
• Menjaga konsistensi pesan pada isu sensitif.
• Mengidentifikasi risiko reputasi sebelum berkembang lebih luas.
• Mengubah narasi positif menjadi aset kepercayaan jangka panjang.
• Memberikan situational awareness yang ringkas kepada pimpinan dan tim komunikasi.

• Social Media Intelligence
• Strategic Communication Intelligence
• Reputation and Sentiment Analysis
• Issue and Narrative Mapping
• Stakeholder and Influencer Mapping
• Communication Performance Analytics
• Competitive Benchmarking
• Early Warning and Risk Intelligence
• Executive Intelligence Brief
Relevan untuk C-level, corporate communications, public relations, marketing, corporate secretary, media relations, brand management, government relations, dan fungsi lain yang mengelola reputasi serta hubungan pemangku kepentingan.

Rekomendasi aksional:
Prioritaskan pengawasan pada isu-isu strategis yang menunjukkan lonjakan sentimen negatif atau perubahan framing secara cepat di media daring dan media sosial.
Gunakan wawasan kecerdasan buatan (AI) untuk mengidentifikasi secara cepat narasi mana yang perlu dipertahankan, segera dikoreksi, atau diperkuat di mata publik.
Alokasikan sumber daya komunikasi secara lebih efisien dengan berfokus melakukan intervensi pada media, platform, dan tokoh yang terbukti memiliki pengaruh terbesar.
Jadikan data analitik sebagai rujukan utama untuk mengukur keberhasilan jangkauan, interaksi, dan efektivitas dari setiap kampanye atau program komunikasi yang dijalankan.
